<?xml version="1.0"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>JPIC KALIMANTAN RSS</title> 
				<link>http://www.jpickalimantan.org</link> 
				<image>
				<url>http://www.jpickalimantan.org/logo/logo.png</url>
				<link></link>
				<width>100</width>
				<height>35</height>
				</image>
				<language>id-id</language><item>
                 <title>Tanah yang Tidak Pernah Kosong</title>
                 <link>http://www.jpickalimantan.org/berita-tanah-yang-tidak-pernah-kosong.html</link>
                 <description>Dari Rungan, membaca ulang negara, adat&amp;nbsp;dan kuasa

Sore itu, di tepian ladang kecil di wilayah Rungan, Kalimantan Tengah, seorang ibu tua berdiri diam memandangi tanah yang baru saja dibersihkan. Udara masih basah oleh sisa hujan siang, dan dari kejauhan terdengar suara burung yang perlahan kembali ke sarangnya. Ia tidak banyak bicara. Tangannya hanya menunjuk ke arah tanah itu.

&amp;ldquo;Ini bukan tanah kosong,&amp;rdquo; katanya pelan.

Kalimat itu sederhana. Namun di ...</description>
                 </item><item>
                 <title>KARBON, TANAH DAN MARTABAT HIDUP</title>
                 <link>http://www.jpickalimantan.org/berita-karbon-tanah-dan-martabat-hidup.html</link>
                 <description>Di Kalimantan, krisis iklim tidak pernah hadir sebagai angka atau grafik. Ia hadir sebagai sungai yang meluap tak terduga, kemarau yang memanjang, gambut yang mengering, dan ladang yang kian terdesak. Di tanah ini, hutan, gambut, dan ladang bukan sekadar bentang alam, melainkan ruang hidup yang membentuk identitas, pangan, dan martabat masyarakat adat. Karena itu, ketika proyek-proyek karbon masuk dengan bahasa global tentang mitigasi iklim dan penyelamatan bumi, pertanyaan yang paling mendasar ...</description>
                 </item><item>
                 <title>PLD Dayak: Ketika Pembangunan Kembali ke Tangan Masyarakat</title>
                 <link>http://www.jpickalimantan.org/berita-pld-dayak-ketika-pembangunan-kembali-ke-tangan-masyarakat.html</link>
                 <description>Di tengah derasnya proyek pembangunan yang datang dari luar, masyarakat Dayak di Kalimantan pelan-pelan merumuskan sesuatu yang lebih mendasar: pembangunan yang dimulai dari cerita mereka sendiri. Bukan dari dokumen pemerintah, tetapi dari pengalaman hidup di antara hutan, sungai, tanah, dan leluhur. Inilah People-Led Development (PLD), pembangunan yang tidak lahir dari meja rapat, tetapi dari tubuh komunitas.

Dalam worldview Dayak, pembangunan tidak pernah terpisah dari hubungan manusia ...</description>
                 </item><item>
                 <title>PETANI DI TENGAH BADAI: KRISIS IKLIM, IMPOR PANGAN, DAN ANCAMAN KELAPARAN</title>
                 <link>http://www.jpickalimantan.org/berita-petani-di-tengah-badai-krisis-iklim-impor-pangan-dan-ancaman-kelaparan.html</link>
                 <description>Petani adalah tulang punggung bangsa. Petani menanam padi, jagung, sayur, buah, kopi, dan kakao. Petani memberi makan keluarga Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Namun petani justru hidup dalam kerentanan di kampung-kampung. Krisis iklim mengubah musim dan pola tanam petani. Kebijakan impor mengubah harga dan psikologi pasar di desa. Kelaparan mengintai keluarga miskin pedesaan dan pinggiran kota. Petani berdiri di tengah badai yang datang dari banyak arah. Badai itu bukan hanya cuaca. Badai ...</description>
                 </item><item>
                 <title>Pandangan Masyarakat Dayak tentang Alam dan Dinamikanya Hingga Kini</title>
                 <link>http://www.jpickalimantan.org/berita-pandangan-masyarakat-dayak-tentang-alam-dan-dinamikanya-hingga-kini.html</link>
                 <description>Alam sebagai Rumah Bersama

Di Kalimantan, cara pandang Dayak terhadap alam - hutan, sungai, tanah, langit - bukan sekadar ekologi, melainkan ontologi: alam adalah rumah kosmis tempat manusia, leluhur, dan Sang Pencipta saling berelasi. Di tengah krisis iklim dan erosi keanekaragaman hayati global, cara pandang ini relevan karena menempatkan alam sebagai subjek moral - bukan objek eksploitasi. Lintasan sejarah kolonialisme, konsesi kayu dan tambang, ekspansi sawit, serta proyek infrastruktur ...</description>
                 </item><item>
                 <title>Petani Tidak Bebas Menanam: Strategi Monsanto dan Pertaruhan Kedaulatan Benih Dunia</title>
                 <link>http://www.jpickalimantan.org/berita-petani-tidak-bebas-menanam-strategi-monsanto-dan-pertaruhan-kedaulatan-benih-dunia.html</link>
                 <description>&amp;ldquo;Siapa yang menguasai benih, ia menguasai kehidupan.&amp;rdquo; Ungkapan ini semakin relevan ketika kita melihat strategi korporasi raksasa seperti Monsanto (kini bagian dari Bayer) dalam mengendalikan pasar benih dunia. Benih yang selama ribuan tahun diwariskan, disimpan, dan ditukar secara bebas oleh petani, kini dipagari oleh paten, kontrak, dan aturan hukum yang mengekang. Di balik slogan &amp;ldquo;kemajuan teknologi pertanian,&amp;rdquo; tersimpan agenda monopoli. Petani bukan ...</description>
                 </item><item>
                 <title>PLATFORM AGROEKOLOGI: RUMAH BESAR KEDAULATAN PANGAN KALIMANTAN</title>
                 <link>http://www.jpickalimantan.org/berita-platform-agroekologi-rumah-besar-kedaulatan-pangan-kalimantan.html</link>
                 <description>Oleh Sani Lake

Kalimantan hari ini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, hutan, tanah, dan airnya menyimpan sumber kehidupan yang tak ternilai. Di sisi lain, gempuran tambang batubara, perkebunan sawit, food estate, dan proyek ekstraktif telah menekan ruang hidup masyarakat adat dan petani. Dalam situasi krisis iklim dan krisis pangan global, muncul pertanyaan mendasar: bagaimana rakyat Kalimantan dapat mempertahankan haknya atas pangan sehat, tanah, dan lingkungan hidup yang ...</description>
                 </item><item>
                 <title>RESENSI BUKU: KODRAT ALAM – VANDANA SHIVA</title>
                 <link>http://www.jpickalimantan.org/berita-resensi-buku-kodrat-alam-–-vandana-shiva.html</link>
                 <description>By Kirana Esel

Di tengah gelombang krisis iklim, kepunahan keanekaragaman hayati, dan kerentanan pangan global, Vandana Shiva kembali menegaskan suaranya melalui buku &amp;quot;Kodrat Alam&amp;quot;. Sebagai fisikawan, filsuf, sekaligus aktivis ekofeminis, Shiva membongkar akar persoalan ekologi kontemporer: bukan manusia secara umum yang menjadi biang kerusakan, melainkan segelintir korporasi global dan miliarder yang mengendalikan teknologi, energi, serta pangan dunia [1].

Shiva ...</description>
                 </item><item>
                 <title>PENTINGNYA DEMOKRASI INKLUSIF DAN PERLINDUNGAN RUANG SIPIL BAGI PEREMPUAN, ANAK DAN KOMUNITAS ADAT </title>
                 <link>http://www.jpickalimantan.org/berita-pentingnya-demokrasi-inklusif-dan-perlindungan-ruang-sipil-bagi-perempuan-anak-dan-komunitas-adat-.html</link>
                 <description>By KIrana Esel

Kalimantan Tengah merupakan salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati dan budaya yang kaya, namun sekaligus menjadi lokasi dengan dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang kompleks. Ekspansi perkebunan kelapa sawit, tambang batubara, proyek food estate, hingga pembangunan infrastruktur strategis telah mengubah wajah lanskap hutan, lahan, dan kehidupan komunitas adat Dayak. Dalam konteks ini, demokrasi sering kali berjalan pincang: ruang sipil menyempit, suara masyarakat ...</description>
                 </item><item>
                 <title>MERDEKA BERLADANG, MERDEKA PANGAN SEHAT BERKELANJUTAN</title>
                 <link>http://www.jpickalimantan.org/berita-merdeka-berladang-merdeka-pangan-sehat-berkelanjutan.html</link>
                 <description>By Kirana Esel

&amp;quot;Farmers who belong to farmer groups are more likely to adopt more sustainable farming practices.&amp;quot; Sukayat

Nasionalisme Berwajah Ladang dan Pangan

Perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-80 adalah momen tak hanya untuk mengenang perjuangan kemerdekaan bangsa, tetapi juga untuk merefleksi makna kemerdekaan hari ini. Jika dulu para pahlawan memperjuangkan bebas dari penjajah, maka kini kemerdekaan juga harus diwujudkan dalam bentuk kedaulatan ...</description>
                 </item></channel></rss>